Benarkah Mantan Napi Berhak Menjadi Caleg?

PERTANYAAN:

Dear admin,

Seorang caleg telah terbukti melakukan tindak pidana ‘Pemalsuan Surat’. Sesuai dengan KUHP pasal 263 ayat (1) dengan vonis hakim 3 bulan penjara. Pada tanggal 4 Maret telah selesai menjalani hukuman. Apakah masih bisa menjadi caleg pada pemilu 2014?

Terima kasih atas jawabannya.

Diajukan oleh: Pyur.

JAWABAN:

Saudara Pyur Yth,

Dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pemilu Anggota DPR, DPD dan DPRD, BAB VII Pasal 51 ayat (1) poin (g):

Tidak pernah dijatuhi pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara 5 (lima) tahun atau lebih.

Jadi secara Undang-undang, jika melihat sanksi pidananya yang hanya 3 bulan penjara, maka orang tersebut masih berhak untuk maju sebagai Caleg pada pemilu tahun 2014.

Hanya saja, menurut hemat kami, seseorang yang telah dipidana penjara berdasar putusan pengadilan yang telah incraht, berapapun lama pidana penjaranya seharusnya tidak berhak untuk maju menjadi calon legislatif. Karena hal ini bertentangan dengan ketentuan pasal 51 ayat (1) poin (b) yang menyatakan bahwa calon anggota legislatif harus:

Bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa.

Jika dipahami secara lebih mendalam dan secara filosofis, maka tentu orang yang bertakwa (takut) kepada Tuhan yang Maha Esa tidak akan melakukan perbuatan kriminal hingga harus dipidana penjara. Di samping itu, jabatan legislatif adalah jabatan yang terhormat karena menjadi panutan atau publik figur yang seharusnya mempunyai integritas moral yang tinggi. Lalu apa pertimbangan para regulator perundang-undangan tersebut di atas? waallu ‘alam..

Sehingga ada ungkapan ironis untuk pasal 51 a quo, yaitu:

Dari napi menjadi yang terhormat.

Demikian jawaban yang dapat kami sampaikan.

Admin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.