Perbedaan Laporan dan Pengaduan dalam Hukum Pidana

Bagi yang baru belajar hukum pidana apalagi orang yang memang awam hukum, tentu belum tahu perbedaan laporan dan pengaduan dalam konteks hukum pidana.

Definisi Laporan dan Pengaduan

Dalam pasal 1 ayat (24) KUHAP disebutkan bahwa yang dimaksud dengan laporan dalam kontek hukum pidana adalah:

Pemberitahuan yang disampaikan oleh seorang karena hak atau kewajiban berdasarkan undang-undang kepada pejabat yang berwenang tentang telah atau sedang atau diduga akan terjadinya peristiwa pidana.

Sedangkan yang dimaksud dengan pengaduan sesuai pasal 1 ayat (25) adalah:

Pemberitahuan disertai permintaan oleh pihak yang berkepentingan kepada pejabat yang berwenang untuk menindak menurut hukum seorang yang telah melakukan tindak pidana aduan yang merugikannya.

Dalam hal pengaduan, pihak yang berwajib harus terlebih dahulu mengkualifikasikan apakah aduan tersebut merupakan delik aduan atau bukan dengan melihat kapasitas sang pengadu terlebih dahulu.  Menurut Samidjo, delik aduan (Klacht Delict) adalah suatu delik yang diadili apabila yang berkepentingan atau yang dirugikan mengadukannya. Bila tidak ada pengaduan, maka Jaksa tidak akan melakukan penuntutan.

Contoh:
Si A telah dirugikan karena telah ditipu oleh B, maka yang berhak mengadukan ke pihak yang berwajib hanyalah si A. Jadi jika tetangga si A, yaitu si C mengadukan penipuan yang telah dilakukan oleh si B terhadap A, maka pihak kepolisian tidak berwenang untuk menerima aduan tersebut karena si C bukanlah pihak yang dirugikan.

Berbeda dengan Pengaduan, Laporan merupakan sebuah bentuk pemberitahuan kepada pejabat yang berwenang bahwa telah atau sedang atau diduga akan terjadi sebuah peristiwa pidana baik oleh korban (yang merasa dirugikan) ataupun orang lain yang melihat atau mengetahui peristiwa pidana tersebut. Dan setelah adanya laporan dari masyarakat tersebut, pihak kepolisian berkewajiban melakukan penyelidikan untuk memastikan apakah benar-benar terjadi tindak pidana atau tidak tanpa melihat apakah pengadu adalah korban atau bukan.

Contoh:
Siapapun yang melihat telah terjadi pembunuhan, maka baik itu tetangga, keluarga, atau bahkan orang lain yang tidak kenal dengan pelaku dan korban, berhak untuk mengadukan peristiwa pidana tersebut kepada pihak kepolisian.

Perbedaan Mendasar

Menurut R. Tresna dalam bukunya Azas-azas Hukum Pidana Disertai Pembahasan Beberapa Perbuatan Pidana yang Penting, perbedaan antara pengaduan (klacht) dengan pelaporan (aangfte) adalah:

  1. Pelaporan dapat diajukan terhadap segala perbuatan pidana, sedangkan pengaduan hanya mengenai kejahatan-kejahatan, di mana adanya pengaduan itu menjadi syarat.
  2. Setiap orang dapat melaporkan sesuatu kejadian, sedangkan pengaduan hanya dapat diajukan oleh orang-orang yang berhak mengajukannya.
  3. Pelaporan tidak menjadi syarat untuk mengadakan tuntutan pidana, pengaduan di dalam hal-hal kejahatan tertentu sebaiknya merupakan syarat untuk mengadakan penuntutan.
12 comments to “Perbedaan Laporan dan Pengaduan dalam Hukum Pidana”
  1. Pak,saya mau tanya,jika sekarang dr suatu perusahaan,menuntut saya mengelapkan dana dr tahun 2014 – 2016.saya harus bagaimana?dan didalam 1 perusahaan itu banyak perusahaan lagi..

  2. Pak,saya mau tanya,jika sekarang dr suatu perusahaan,menuntut saya mengelapkan dana dr tahun 2014 – 2016.saya harus bagaimana?dan didalam 1 perusahaan itu banyak perusahaan lagi..

  3. Berapa lama kira2 masa hukuman untuk orang dituduh terhadap kasus penipuan? Dan apabila orang yg melaporkan bukan WNI, bagaimana status hukumnya krn tidak adanya penuntut yg bisa diajak negosiasi? Terima kasih.

  4. Ass.apabila telah terjadi penyimpangan yg di lakukan oleh kepolisia di dlm membuat BAP dlm sebuah kasus.contoh yg terjadi dgn keleuarga saya saat ini:di mana dlm berita acara yg di muat dlm bap tsb tdk sesuai dgn pengakuan saksi.setelah saya mengingkuti sidang di pengadilan (saksi pelapor&saksi meringankan/saksi terdakwah)tidak sesuai dgn apa yg ada di dlm berita acara BAP dr kepolisian.

  5. Malam….Pak
    Saya ingin menanyakan ttg kasus pidana.
    Mohon Bpk bisa berkenan.

    Kasusnya tentang judi, dan penuntut umum manjatuhkan hukum 5 tahun tpi di pasal 303 bis ayat 1 ke 2 KUHP maksimalnya 4 tahun, dan yg saya pertanyakan apakah boleh JPU menjatuhkan hukuman melebihi pasal KUHP, dan mekai dasar apa?

  6. Hampir sama dgn bapak irul.

    Saudara kami juga mengalaminya dimana maksimal hukuman hanya 12 tahun tetapi

    Jaksa dzolim nuraeni aco dari kejaksaan negeri jakarta selatan menuntut 14 tahun.

    Kemudian
    Hakim suorapto memperburuknya dengan memvonis 17 tahun.

    Quo vadis keadilan dan kesewenangan sang penguasa

  7. Selamat pagi Bapak,

    Saudara saya terjerat Hukum akibat pemukulan, lalu dilapor ke Polisi atau yang berwajib. lalu saudara saya di tahan sudah satu minggu. Di bawa untuk berdamai titak mau bagaimana caranya?
    tolong di bantu terimakasi

  8. Selamat siang. Terimakasih sebelumnya telah membaca pertannyaan saya.
    Pt. KAI menggusur rumah saya yg letaknya 30 meter dari rel kereta api dan membangun kantor KAI. saya sudah mendapat ganti rugi dan dijanjikan akan mendapat tambahan ganti rugi setelah proyek berjalan,tetapi untuk tambahan ganti rugi tidak ada bukti data hanya sekedar ucapan dan sampai saat ini belum terealisasi.dari info dan pengetahuan yg saya baca, bahwa tanah KAI hanya 15 meter dari rel kereta api dan tanah itu milik negara bukan pt.KAI.
    Mohon jalan keluarnya agar saya dapat mempertahankan hak saya.

  9. selamat sore , saya pemilik sebuah kendaraan roda 4, beberapa bulan lalu saya melakukan over kredit bawah tangan kendaraan tanpa sepengetahuan pihak dealer dengan pihak ke 2 , dengan perjanjian pengembalian DP bisa di cicil dari pihak ke 2 kpd saya dan pembayaran cicilan pokok kendaraan masih melalui rekening saya. sampai dengan hari ini cicilan kendaraan tsb baru 1 kali dicicil ( sudah sekitar 5 bulan ) cicilan pokok kendaraan pun blm dibayar , sehigga saya merasa di teror oleh pihak leasing.
    kendaraan akan di tarik leasing..cicilan dp dari pihak 2 ke saya belum selesai..hanya janji janji manis saja.
    pertanyaan saya , apakah yg harus saya lakukan untuk meyelamatkan uang saya , bagaimana kah status kendaraan tersebut ,dan apakah saya bisa menuntut pihak ke 2 atas perjanjian dengan saya diatas materai yg lalu. mohon bantuan nya

    terima kasih
    best regards

    wisnu

  10. Pak saya mau nanya nih .. Saya hamil 1 bulan dan saya mnta tanggung jawab sama pacar saya tapi dia malahan nyuruh aku gugurin kandungan nya dan aku sendiri pun tidak mau gugurin anak ini karena dia gk berdosa.. Dan pacr saya slalu nyuruh saya gugurin kandungan nya dan aku di suruh minum obat cytotec yang di apotik pak .. Aku mau.nanya apa ad pasal nya untk menggugurkan kandungan pak .. Tolong responnya pak

  11. Pak saya mau tanya suami saya pernah disuruh seseorang yg tak dikenal untuk membuka rekening alasan dia menyuruh suami saya karena dia mau terima transferan uang dari seseorang jadi dia meminjam ktp suami saya untuk membuat rekening baru.Suami saya pengamen dijalan raya pak jadi bertemu waktu dia lagi kerja.Selang 3 bulan ada yg kerumah dan merasa tertipu arisan online yg kalau transfer mesti ke rekening atas nama suami saya.Dan suami saya tidak tahu menahu soal penipuan itu karena buku tabungan beserta atm nya di bawa orang yg menyuruh suami saya.Orang yg kerumah beserta suami saya akhirnya ke polres orang yg tertipu itu membuat surat pengaduan dan suami saya membuat surat pernyataan bahwa dia tidak tahu menahu soal penipuan itu.Dan rekening itu sudah diblokir sama suami saya dibantu pihak kepolisian.Menurut anda apakah suami saya bisa terkena pasal??

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.