Pencemaran Nama Baik di Jejaring Sosial

PERTANYAAN:

Permisi mohon penjelasan, karena saya awam tentang hukum.

  1. Jika seseorang berselisih paham dengan saya, kemudian dia menuliskan status yang menghina/mencaci saya di Facebook, apakah ada hukumnya jika saya memperkarakan hal ini?
  2. Kriteria apa saja yg bisa mengkategorikan hal tsb sebagai pencemaran nama baik atau perbuatan tidak menyenangkan?

Terima kasih.

Diajukan oleh: Dwi

JAWABAN.

Pada awalnya tindak pidana penghinaan dan pencemaran nama baik hanya diatur dalam KUHP, yaitu dalam pasal 310 Jo. 311 KUHP. Kedua pasal tersebut mengatur sanksi pidana bagi setiap orang yang melakukan pencemaran nama baik kepada seseorang di depan umum baik secara lisan dan tertulis. Sanksi dalam kedua pasal tersebut beragam tergantung dari apakah dilakukan secara lisan atau tertulis, misalnya dalam Pasal 310 ayat (1) KUHP, diatur sanksi pidana paling lama 9 bulan penjara jika dilakukan tidak secara tertulis, sebaliknya dalam ayat (2) diatur mengenai pemberatan sanksi pidana paling lama 1 tahun 4 bulan jika dilakukan secara tertulis. Kedua pasal KUHP tersebut masih berlaku sampai dengan saat ini.

Satu hal yang perlu diketahui bahwa ancaman pidana dalam kedua pasal di KUHP tersebut memiliki pengecualian sebagai alasan penghapus pidana (Strafuitsluitingsgrond) untuk menghindari jerat pidana, yaitu jika dilakukan untuk kepentingan umum dan karena untuk membela diri maka sanksi pidana atas tindakan penghinaan dan pencemaran nama baik tersebut dapat menjadi hapus/ tidak ada. Namun pembuktian mengenai ada atau tidaknya alasan penghapus pidana tersebut tetap harus melalui pengadilan.

Mengenai kriterianya maka harus memenuhi unsur berikut:
Unsur-Unsur Objektif:

  1. Barangsiapa;
  2. Menyerang kehormatan atau nama baik ”seseorang”;
  3. Dengan menuduhkan suatu hal.

Unsur Subjektif:

  1. Dengan maksud yang nyata (kenlijk doel) supaya tuduhan itu diketahui umum (ruchtbaarheid te geven);
  2. Dengan sengaja (opzettelijk);

Kaitannya dengan kasus Saudara, Pemerintah telah mengeluarkan UU No. 11 tahun 2008 Tentang Informasi Transaksi Elektronik (UU ITE). Dalam pasal 27 jo pasal 45 UU ITE tersebut juga diatur tentang tindak pidana penghinaan dan pencemaran nama baik yang berbunyi sbb:
“Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik, dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp.1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).”

Disisi lain, walaupun konteks dari penggunaan situs jejaring sosial tersebut dapat dikatakan bukan sekedar untuk melakukan suatu tindakan yang sifatnya formal atau serius, melainkan hanya untuk kesenangan atau hiburan belaka, namun dapat dipastikan bahwa apabila seseorang melakukan update status, menulis di dinding (wall) orang lain, membuat group, menulis note, bahkan, perbuatan memberikan tautan (hyperlink) ke situs yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik dapat dijerat dengan sanksi pidana jika perbuatannya memenuhi unsur-unsur dari pasal 27 ayat (3) ITE tersebut.

Semoga membantu.

Admin.

3 comments to “Pencemaran Nama Baik di Jejaring Sosial”
  1. Pingback: Divine Life » Undang-Undang ITE Part 3- Pencemaran Nama Baik di Jejaring Sosial- Free download UU ITE

  2. Sebelumnya saya ucapkan banyak terima kasih, mungkin dengan situs ini banyak khalayak umum yang mendapat pengetahuan tentang hukum.

    Disini saya ingin menanyakan pertanyaan dari seorang sahabat.

    Bagaimana jika dalam rumah, tepatnya (Kamar Pribadi) seseorang sedang menggunakan Narkotika. Lalu tetangga sekitar Mengintipnya melalui atap, atau tepatnya (Celah Plafond Atap) karena tempat tinggal/ rumah seseorang dan tetangga tersebut berdampingan. Bahkan tetangga tersebut kerap sekali menaiki atap rumah seseorang tersebut dengan sengaja atau di sengaja untuk mengintip.

    Tetangga tersebut melihat secara berulang kali dengan di sengaja secara terus menerus, bahkan di kemudian hari tetangga tersebut menyebarluaskan perihal kegiatan seseorang tersebut apa yang sedang di lakukan di dalam kamar tersebut kepada banyak warga sekitar lainnya serta polisi. Padahal sejatinya seseorang tersebut tidak pernah menawarkan, memberi Narkotika serta mengganggu pada warga/ tetangga sekitar tersebut.

    Apakah ada undang-undang yang yang melindungi kita secara privasi di dalam kamar, dan bahkan bisa menuntut serta melaporkan balik tetangga tersebut. Karena di rasa sudah mencemarkan nama baik, menggangu kenyamanan serta privasi dan membuat seseorang tersebut menjadi terpidana.

    Terima Kasih.

  3. Apakah ada hukum atau celah hukum,atau juga pasal di kuhp,bagi orang yang sudah menghilangkan ktp (kartu tanda penduduk) milik orang lain?

    Meskipun dia mengakui kalo menghilangkan,tapi sepertinya dia tidak ada pertanggungjawaban sama sekali,tidak ada usaha untuk mencarinya. Kayak menganggap remeh kehilangan ktp ini. Padahal dia (yang menghilangkan) bekerja di samsat polres mojokerto. Entah dia polisi atau cuma pesuruh,saya masih belum mengerti. Yang jelas dia kerja dibagian pendaftaran perpanjang pajak kendaraan..
    Mohon dengan sangat,beri saya penjelasan dan pencerahannya. Apakah ada hukumnya bagi dia?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.