Hukum Pemalsuan KTP untuk Pinjam Bank

PERTANYAAN:

Yang kami hormati bapak/ibu,

Tiga tahun yang lalu orangtua saya membeli tanah dan rumah dengan sertifikat atas nama ibu T, dan telah di buat surat jual beli atas nama orangtua saya. Tidak beberapa lama ibu T meninggal dan belum di buat sertifikat atas nama orangtua saya.
Kemudian saya mengajukan pinjaman dana ke bank dan sebagai agunan adalah rumah yang sudah di beli orangtua saya.

Mengingat sertifikat masih atas nama ibu T, karena terdesak biaya untuk pembangunan rumah, maka saya melakukan manipulasi KTP atas nama ibu T. Setelah proses bank, bank tidak mengetahui kalau KTP tersebut palsu dan menerima pengajuan pinjaman dana saya dan mencairkan dana sebesar 80 juta selama 5 tahun.

Setelah berjalan 3 tahun saya melunasi sisa pinjaman dana di bank, dan sekarang tidak ada sangkut paut lagi dengan pihak bank.
Pertanyaan saya:

  1. Apakah masih bisa saya di jerat hukum pidana karena pemalsuan KTP tersebut sedangkan saya sudah tidak ada lagi sangkut paut hutang dengan bank?
  2. Apakah saya masih bisa kena hukum pidana sedangkan pihak Bank tidak merasa dirugikan dalam hal ini?

Mohon jawabannya pak, mudah-mudahan ada penjelasan yang baik dari bapak.
Terima kasih.

Diajukan oleh: Puja Kesuma.

JAWABAN:

Saudara Puja Kesuma YTH,

Dalam pasal 263 KUHP disebutkan:

  1. Barang siapa membuat surat palsu atau memalsukan surat, yang dapat menerbitkan sesuatu hak, sesuatu perjanjian (kewajiban) atau sesuatu pembebasan utang, atau yang boleh dipergunakan sebagai keterangan bagi sesuatu perbuatan, dengan maksud akan menggunakan atau menyuruh orang lain menggunakan surat-surat itu seolah-olah surat itu asli dan tidak dipalsukan, maka kalau mempergunakannya dapat mendatangkan sesuatu kerugian dihukum karena pemalsuan surat, dengan hukuman penjara selama-lamanya enam tahun.
  2. Dengan hukuman serupa itu juga dihukum, barangsiapa dengan sengaja menggunakan surat palsu atau yang dipalsukan itu seolah-olah surat itu asli dan tidak dipalsukan, kalau hal mempergunakan dapat mendatangkan sesuatu kerugian.

Dari dua ayat pasal 263 tersebut, selama perbuatan pemalsuan surat yang saudara lakukan tidak merugikan pihak manapun, maka saudara masih dalam titik aman. Termasuk pihak bank juga tidak dapat melaporkan tindakan saudara karena pemalsuan jika ia tidak dirugikan karena dalam tindak pidana pemalsuan surat, harus ada unsur “kerugian”.

Namun berbeda halnya jika dalam perjalanannya, terjadi kredit macet. Maka saudara dapat dituntut secara perdata karena wanprestasi maupun pidana karena pemalsuan identitas yang berujung pada kerugian yang diderita oleh pihak bank karena kredit macet.

Semoga membantu.

Admin.

7 comments to “Hukum Pemalsuan KTP untuk Pinjam Bank”
  1. Malam pak bimo,

    Saya ingin konsultasi mslh investasi, teman saya mengalami mslh dlm penipuan investasi, sebut saja namanya dea, dea kemarin ada melakukan kerjasama dengan seorang teman maya nya sebut saja namanya siti, siti yg merupakan salah satu nasabah pd sebuah perusahaan trading berjangka diindonesai yg sudah tdk asing lg namanya, siti menawarkan dea sbg agen dalam pengepul dana investasinya didunia online bbm, dengan menjanjikan profit sgt bsr kepada dea dan siti menjamin modal dari semua dana investasi yg diberikan dea kepada siti, siti akhirnya mengumumkan didunia online bbm melalui broadccast bahwa siti dan 2orang lainnya sbg team inti dari nama investasinya. Namun setelah dana disetor lebih dari 1M akhirnya dikabarkan bahwa siti mengalami lose bsr dan tidak mampu mengembalikan semua dana investasi yg diperkirakan mencapai miliaran tersebut, saat ini kondisi siti sudah sebagai DPO.

    Yg mau saya tanyakan, bagaimana sebaikya cara dea untuk mengatasi masalah ini, dana sudah disetor seluruh ke siti, sdg kan siti saat ini sudah kabur dan keluarga spt nya melindungi keberadaannya, bagaimana status dea dipandang dalam aspek hukumnya pak? Mhn pencerahan. Kasian teman saya.

    terima kasih pak.

  2. Selamat siang pak…

    Saya ingin berkonsultasi ttg pinjaman bank yang mnurut saya bermasalah dan pinjaman itu adalah milik keluarga Adek saya.

    Bermula dari Debitur ( Suami Adek saya ) melakukan pinjaman kepada Bank swasta “A” dengan nama Pinjaman Rekening Koran ( PRK ) pda tahu 2011, dengan agunan sertifikat rumah adek saya ( istri Debitur ) yg notabennya adlh rmah warisan Kluarga besar kami.
    Dan adek saya ( perempuan / Istri dari Debitur ) merupakan korban dari akad perjanjian pinjaman Bank tsb.

    Ada beberapa Fakta ttg kejanggalan pinjaman tsb, dan seolah2 pihak Bank adalah reknan dari pihak Debitur :
    1. Pihak Debitur mengambil sertifikat rumah tanpa sepengetahuan penjamin ( adek sya).
    2. Pihak Debitur mencantumkan nama penjamin dalam akad perjanjian itu sebagian penjamin krena sertifikat adalah nama adek sya.
    3. Pihak bank meloloskan pinjaman tsb tanpa pernah mensurvey pihak penjamin ( tdk pernah bertemu/bertaap muka ) dengan penjamin.
    4. Pihak Bank tdak pernah mensurvey Aset pihak penjamin atau bertemu dg pingan penjamin.
    5.Dalam proses administrasi & pencairan tandatanan adek saya ( penjamin ) dipalsukan oleh pihak Debitur.

    Setelah selang 1 tahun stelah pencairan / tahun 2012 atau kredit macet pihak Debitur wanprestasi dan pihak bank akan menyita rumah adek saya dengan dsar administrasi tsb (akad perjanjian ).

    Kami selaku keluarga besar Penjamin mersa mnjadi korban dan akirnya kami meninjau ulang ttg perjanjian itu. Akirnya sampe skrg bank blum bsa mmberikan KONFIRMASI ttg mslh itu bahkan terkenal MUTER” dg mslh ini. Krena ada bbrpa kesalahan pihak Bank yg sudah diakuinya oleh pihak bank dan Debitur.
    Saat ini Debitur sdh mnggu kang dan tdk bsa dihubungi dan menghilang dari keluarga besar kami. Kami sdh mengirim surat kepada pihak bank utk mslh ini karena kmi sangat kesulitan menemui pihak Bank karena dengan alesan pihak bank sdh berganti pimpinan dll yg menyulitkan kami utk mslh ini.

    Kami pihak penjamin sdh me minta keringanan pd pihak Bank utk memibta kembali setifikat kami dg mmbeyar 40 jt ( 40% dri nilai pinjaman ) tetepi pihak bank selalu mmberikan jawaban yg blum bsa final dan selalu mninggu jawaban dri pusat padahal mslh ini sdh dari thun 2011 ( pencairan ) mei 2013 bank sdh bertemu semua pihak penjamin, Debitur dan bank utk mnyelesaikan mslh ini, dan terbongkar semua stlah bank akan menyita rumah kami.

    Mohon penceerahannya pak..
    Trims.

  3. Selamat siang pak….ada yang mau saya tanya… saya mau pinjaman ke bank, tetapi direktur saya tidak setuju,tetapi tetap saya palsukan…dan saya tidak ada merugikan dya.dan pembayaran bulanan potong gaji saya…apa saya bisa di jerat hukum??

  4. Saya korban penipuan , dan saya memberikan Foto ktp saya ke penipu sebagai penjamin karena perjanjian yg dia buat itu untuk pembelian handphone . Jadi penipu menjual handphone dan tidak ragu ragu dia memberikan ktp dia , dan saya di minta untuk memberikan foto ktp saya untuk penjamin dikarenakan pembayaran hanya 1/2 dari harga (sesuai perjanjian) . Nah yg saya tanyakan. Apa yg saya lakukan apabila KTP Saya di buat penipuan lagi oleh sang penipu itu? Terimakasih

  5. Pada pertengahan bulan Agustus 2014, Kami (saya dan suami saya) diperkenalkan oleh tetangga kami kepada Marketing PT. BCA Finance Cabang Palu. Kami pun mengajukan permohonan pinjaman dana ke PT. BCA Finance Cabang Palu sebesar Rp. 100.000.000,- untuk modal usaha kami (pembelian barang). Dan Marketing PT. BCA Finance Cabang Palu mengatakan bahwa, hanya bisa memberikan pijaman dana sebesar Rp. 90.000.000,-. Karena dana tersebut sangat kami butuhkan untuk tambah modal usaha kami, maka kami bersedia diberi pinjaman dana sebesar Rp. 90.000.000,- saja dengan menjaminkan BPKB Mobil Toyota Avanza Tahun 2011 atas nama ARIS.

    Kami pun diminta melengkapi semua persyaratan kredit dari PT. BCA Finance, seperti menyerahkan BPKB mobil asli, foto copy KTP Suami/Istri, foto copy Kartu Keluarga, foto copy PBB/Rekening Listrik/PDAM dan foto copy data perusahaan kami. Tapi pada saat persyaratan sudah kami penuhi semua, Marketing PT. BCA Finance Cabang Palu mengatakan bahwa nama suami saya tidak bisa dicantumkan dalam nama calon konsumen/debitur PT. BCA Finance Cabang Palu, dengan alasan nama yang tetera di foto copy PBB/Rekening Listrik/PDAM adalah atas nama AMIR. Karena Rumah yang kami tempati, kami kontrak, pemiliknya atas nama AMIR. Maka Marketing PT. BCA Finance Cabang Palu merubah foto copy KTP suami saya dan foto copy Kartu Keluarga kami, nama suami saya ARIS dirubah menjadi AMIR. Akhirnya nama saya LISA yang tertulis dalam Kontrakt pada PT. BCA Finance Cabang Palu. Karena seperti yang kami sebutkan di atas, bahwa dana tersebut sangat kami butuhkan maka kami ikut saja dengan arahan dan petunjuk Marketing PT. BCA Finance tersebut. Saya dan suami saya menadatangani Kontrak dan suami saya ikut menandatangani Kontrak mengukituti tanda tangan AMIR yang dipalsukan oleh Marketing PT. BCA Finance Cabang Palu.

    Apakah saya dan suami saya dapat dijerat Hukum Pidana?

  6. Good Morning All, Coming Promo ya !!
    Have Predicted figures fortune telling and dreams are telling? Come Replace your numbers in the (S) (U) (K) (S) (E) (S) (4) (D) BO proven Safe and Reliable, please Add our BB pin pack 2B4BABF8 / 7B59A173
    JP greetings! of SUKSES4D
    judi togel singapura terbesar

  7. Saya ingin mengajukan pertanyaa atas apa yg sedang saya hadapi.
    Saya pernah mengajukan permohonan kredit kendaraan. Tetapi waktu itu tidak disetujui oleh pihak leasing. Tetapi oleh surveyornya, membuat kk baru dengan mengubah nama suami. Akan tetapi nama yg lainnya tetap asli. Sedangkan yang mengajukan adalah saya. Dan data saya asli.hanya nama suami yg diganti. Tapi pada data yg palsu itu saya tidak tanda tangan.aplikasi yg ada tanda tangan saya hanya pada aplikasi pengajuan awal yg menggunakan data asli. Tapi ketika survei by phone saya diminta surveyor menjawap seperti yg diinstruksikan surveyor. Dan kendaraan turun. Tapi setelah angsuran ke 7 kenderaan saya pulangkan ke leasing. Apakah saya ada sangsi hukum?
    Trimakasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.