Dapatkah Suami Mendapatkan Hak Asuh Anak?

PERTANYAAN:

Saya mau tanya masalah hak asuh anak pak.

Kalau seandainya anak saya ditelantarkan oleh istri saya itu bagaimana pak?
Saya akan di sidang hari senin, jadi bagaimana tanggapan bapak?
Apakah hak asuh anak saya jatuh juga kepada istri saya atau kepada saya?

Terima kasih atas jawabannya.

Diajukan oleh: M Rusli Tanjung.

JAWABAN:

Saudara M. Rusli Tanjung Yth,

Dalam persidangan terutama perkara perdata yang terpenting adalah masalah pembuktian. Siapa yang dapat membuktikan kebenaran dalil yang diajukan, ialah yang akan dimenangkan. Karena majelis hakim mengadili secara formil.

Mengenai masalah hak asuh anak, pada dasarnya anak yang belum berumur 12 tahun diasuh oleh ibunya. Sebagaimana disebutkan dalam pasal 105 Kompilasi Hukum Islam:

Dalam hal terjadinya perceraian :

  1. Pemeliharaan anak yang belum mumayyiz atau belum berumur 12 tahun adalah hak ibunya;
  2. Pemeliharaan anak yang sudah mumayyiz diserahkan kepada anak untuk memilih diantara ayah atau ibunya sebagai pemegang hak pemeliharaanya;
  3. Biaya pemeliharaan ditanggung oleh ayahnya.

Namun jika dalam persidangan ternyata terbukti meyakinkan bahwa ibu tersebut tidak dapat dipercaya dalam hal pemeliharaan dan menjaga tumbuh kembang anak seperti menelantarkan, maka hak asuh anak tersebut dapat dialihkan kepada ayahnya dengan catatan ayahnya dapat bertanggungjawab. Salah satu dasar yang biasa digunakan untuk mengambil alih hak asuh anak dari ibunya yang tidak bertanggung jawab diantaranya adalah Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak:

Pasal 30

  1. Dalam hal orang tua sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26, melalaikan kewajibannya, terhadapnya dapat dilakukan tindakan pengawasan atau kuasa asuh orang tua dapat dicabut.
  2. Tindakan pengawasan terhadap orang tua atau pencabutan kuasa asuh sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan melalui penetapan pengadilan.

Pasal 31

  1. Salah satu orang tua, saudara kandung, atau keluarga sampai derajat ketiga, dapat mengajukan permohonan ke pengadilan untuk mendapatkan penetapan pengadilan tentang pencabutan kuasa asuh orang tua atau melakukan tindakan pengawasan apabila terdapat alasan yang kuat untuk itu.
  2. Apabila salah satu orang tua, saudara kandung, atau keluarga sampai dengan derajat ketiga, tidak dapat melaksanakan fungsinya, maka pencabutan kuasa asuh orang tua sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dapat juga diajukan oleh pejabat yang berwenang atau lembaga lain yang mempunyai kewenangan untuk itu.

Demikian jawaban singkat yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Warm Regards,

Admin.

5 comments to “Dapatkah Suami Mendapatkan Hak Asuh Anak?”
  1. Mohon petunjuk, jika seorang istri mengalami perlakuan tidak baik/mengalami kekerasan dalam rumah tangga dan ingin bercerai, maka apa saja yang harus dilakukan/dipersiapkan? Dan bagaimana dengan hak asuh anaknya?

  2. Kami dlm masa proses perceraian, tp mantan suami sudah tdk memberikan nafkah kpd sy dan mulai menelantarkan/melupakan ank2. Apa yang hrs saya lakukan di persidangan selanjutnya? Apakah sy bisa menuntut mantan suami? Bagaimana caranya?

  3. Mohon petunjuk, kami dalam masalah proses perceraian, dan yg saya dngr hakim telah memutuskan, cerai dan hak asuh jatuh k mantan istri, yg mau saya tny. Selama masa persidangan pernah di bahas masalah hak asuh anak, dan saya bilang ke majelis biar di dengar langsung dari anaknya (umur 12 d 13 tahun) mau ikut siapa, hakim menjawab nanti saja itu, sekarang masalah cerai nya dulu…namun skrg yg saya dengar sudah diputuskan bahwa hak asuh ikut mantan istri tanpa mendengar keterangan dr anak2, bagaimana saya tidak menerimanya? Mohon bantuan dan penjelasannya. Mksh

  4. Assalamu’alaykum pak, sy ingin bertanya,Mantan suami sy membawa pergi anak sy.dan sy tidak diberitahu dimana alamatnya oleh keluarga mantan suami.dan selalu menghalang-hakangi apabila sy ingin bertemu anak sy. Saya dan mantan suami sama2 sudah menikah lagi.sy tidak keberatan anak sy diasuh mereka .asalkan sy boleh bebas bertemu anak sy.
    Apakah boleh sy memggug mereka ke pengadilan,?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.