Upaya Hukum jika Pembeli tidak Membayar Barang Pesanan

PERTANYAAN:

Saya adalah salah seorang pengusaha garment, pada waktu lebaran tahun lalu saya mendapat orderan dari salah satu perusahaan di Surabaya dengan nominal yang cukup besar, kemudian pada saat saya ingin mengirim barang sebelum lebaran tahun 2015, dengan sengaja sang pembeli menahan barang saya untuk dikirim hingga menunda dua bulan lamanya, dan terjadi dua kali penundaan di dalamnya, tetapi anehnya supplier lain dilokasi yang sama dengan saya boleh dikirim barangnya dan saya mengetahuinya serta saya bertanya kepada pembeli, tetapi jawaban tidak menyenangkan. >> Selengkapnya

Bolehkah Satu Karyawan Bekerja di 2 Perusahaan?

PERTANYAAN:

Dengan hormat,

Mohon diberikan penjelasan kasus ketenagakerjaan sebagai berikut :
Ada satu karyawan  masih terikat kontrak kerja dengan Perusahaan A,
tetapi diketemukan dokumen baru dimana karyawan tersebut ternyata
mengikatkan diri ke Perusahaan B dan sekaligus karyawan tersebut
menjadi penanggung jawab atas perusahaan tersebut dalam dokumen surat
ijin domisili perusahaan. Mohon arahannya apakah karyawan tersebut
bisa diajukan ke ranah pidana? >> Selengkapnya

Apakah Menghina via SMS adalah Pencemaran Nama Baik?

PERTANYAAN:

Mohon Petunjuk.

Kasus ini menimpa anak saya A dan saya ikut terlibat. Berawal dari menantu saya (suami A) yang mengirim SMS kepada anak saya yang bernama S (kakak A) yang berisi kelakuan buruk seorang wanita (AI) yang nota bene AI adalah teman anak saya yang bernama A. Tidak tahu bagiamana AI tahu perihal SMS tersebut dan meminta kepada saya untuk mengirimkan SMS tersebut. >> Selengkapnya

Dapatkah Penganiayaan dilaporkan Oleh selain Korban?

PERTANYAAN:

Ibu saya di hina bahkan di jenggut rambutnya oleh anak sepupu saya yang berumur 18 tahun karena dituduh telah menyebarkan aib keluarga dia ke orang lain, sedangkan karakter ibu saya tidak pernah keluar rumah atau mengobrol dengan tetangga.
Tetapi tiba-tiba dia menyerang ibu saya dengan cacian, makian, bahkan sampai dijenggut rambutnya di depan umum karena tidak terima atas perlakuan tersebut ibu saya membalas dengan cacian.
Akan tetapi saya sebagai seorang anak merasa tidak terima dengan perlakuan tsb, yang jadi pertanyaan saya: >> Selengkapnya

Menjual Barang Kredit yang Belum Lunas dapat Dipidana?

PERTANYAAN:

Tetangga saya (pihak ketiga) men-take over 1 unit mobil yang saya kredit dari sebuah perusahaan leasing. Take over tersebut tidak melalui proses balik nama hutang yang tertera di perusahaan leasing pemberi kredit mobil dikarenakan untuk menghemat biaya-biaya balik nama (take over) kredit yang jumlahnya lumayan banyak. Beberapa bulan berlalu dan pihak ketiga wanprestasi terhadap perusahaan leasing (menunggak pembayaran) sehingga mobil saat ini sedang dalam proses penarikan dari perusahaan leasing. Namun pihak ketiga menurut saya berusaha curang dengan mengintimidasi saya. Datang tengah malam dengan membawa teman-teman dan saudara-saudaranya bahkan salah satunya mengaku pengacara dan mereka memaksa saya untuk menandatangani surat hutang yang menyatakan bahwa saya harus mengembalikan uang take over (yang mereka bayarkan pada saya saat take over kredit tersebut) atau saya akan digugat secara hukum untuk kasus penggelapan (yang menuntut penggelapan adalah si pihak ketiga/tetangga saya – bukan perusahaan leasing).
Pertanyaan saya adalah: >> Selengkapnya

Hukum Pemalsuan KTP untuk Pinjam Bank

PERTANYAAN:

Yang kami hormati bapak/ibu,

Tiga tahun yang lalu orangtua saya membeli tanah dan rumah dengan sertifikat atas nama ibu T, dan telah di buat surat jual beli atas nama orangtua saya. Tidak beberapa lama ibu T meninggal dan belum di buat sertifikat atas nama orangtua saya.
Kemudian saya mengajukan pinjaman dana ke bank dan sebagai agunan adalah rumah yang sudah di beli orangtua saya. >> Selengkapnya

Apakah Putusan MA dapat diabaikan?

PERTANYAAN:

Dalam suatu peristiwa sengketa pertanahan, A selaku Pemilik tanah sah menjual Tanahnya kepada B, sementara B membeli tanah dari bapak A dengan menggunakan uangnya bapak C, yang mana Bapak C adalah adik kandung bapak B sendiri, setelah terjadinya jual beli kemudian kepemlikan tanah brpindah ke bapak B dan kemudian di daftarkan ke BPN Setempat atas nama bapak B sehingga terbitlah sertifikat tanah an.bapak B. Kemudian selang berjalannya waktu ternyata tanah tsb di Lirik oleh sebuah perusahaan dan perusahaan tsb berminat membelinya, kemudian B tanpa sepengetahuan C menjual tanah tsb kepada perusahaan tsb, akan tetapi sebelum terjadinya jual beli tanah, ternyata si C mengetahuinya, dan mengugat agar tanah tsb tidak di jual kpd perusahaan. Akan tetapi ternyata si B licik, tanpa di sadari C, si B Mem BBn kan sertifikat tanah tsb kepada E. Dan Sertifikat tsb di proses oleh BPN setempat dg di ganti nama si E, yang mana si E akan menjualnya ke Perusahaan tsb. Karena si C tau tanahnya di oper alihkan pada akirnya si C menggugat E ke Pengadilan Negeri (PN) setempat krn dasarnya si C yg memiliki Hak atas nama tanah tsb secara Informalnya, Singkatnya PN memenangkan C atas kepemilikan tanah tsb. Begitu juga PT dan MA yang menguatkan putusan PN tsb.
Merasa tidak puas E melaporkan C ke kepolisian atas dasar pasal 170 KUHP Jo 406 KUHP, karena setelah menangnya si C di MA, si C setelah mendapat Ijin eksekusi dari PN setempat melakukan Pembongkaran Lahan tanah tsb utk di kelolanya, akan tetapi si C ternyata dilaporkan oleh Pihak E dengan pasal Pidana 170 KUHP jo 406 KUHP dan bukti yang di sodorkan ke Penyidik Polisi oleh si E yaitu sertifikat tanah yg masih atas nama E setelah di BBN kan dari B. Kemudian tanpa babibu lagi Polisi menangkap C dan Menahannya sampai surat perpanjangan penahanan yg di keluarkan Kejaksaan habis yang kemudian C di Limpahkan ke LP sebagai titipan Kajari tsb. >> Selengkapnya