Apakah Menghina via SMS adalah Pencemaran Nama Baik?

PERTANYAAN:

Mohon Petunjuk.

Kasus ini menimpa anak saya A dan saya ikut terlibat. Berawal dari menantu saya (suami A) yang mengirim SMS kepada anak saya yang bernama S (kakak A) yang berisi kelakuan buruk seorang wanita (AI) yang nota bene AI adalah teman anak saya yang bernama A. Tidak tahu bagiamana AI tahu perihal SMS tersebut dan meminta kepada saya untuk mengirimkan SMS tersebut. >> Selengkapnya

Gugat Perdata atas Pekerjaan yang tidak Dibayar

PERTANYAAN:

Saya mengerjakan pekerjaan kontraktor dalam hal ini sebagai SubKon. Dalam perjanjian setelah saya menyelesaikan pekerjaan pihak Kontraktor, saya akan menerima pembayaran atas pekerjaan tersebut. Namun setelah selesai Kontraktor tersebur tidak membayar kepada saya. Dalam hal ini saya ingin menuntut hak-hak saya. Bagaimana saya harus menggugat secara hukum? Terima kasih. >> Selengkapnya

Jurusita Minta Biaya Tambahan untuk Panggilan Sidang

PERTANYAAN:

Berapa total biaya yang harus di keluarkan untuk mengurus gugat cerai? Saya telah membayar Rp.800.000,-  saat memasukan surat gugatan. Dan saat menerima surat panggilan sidang di haruskan membayar Rp.50.000,- tanpa ada kuitansi. Apakah biaya pemanggilan tidak termasuk dalam Rp.800.000,- yang telah saya bayar pertama? >> Selengkapnya

Dapatkah Penganiayaan dilaporkan Oleh selain Korban?

PERTANYAAN:

Ibu saya di hina bahkan di jenggut rambutnya oleh anak sepupu saya yang berumur 18 tahun karena dituduh telah menyebarkan aib keluarga dia ke orang lain, sedangkan karakter ibu saya tidak pernah keluar rumah atau mengobrol dengan tetangga.
Tetapi tiba-tiba dia menyerang ibu saya dengan cacian, makian, bahkan sampai dijenggut rambutnya di depan umum karena tidak terima atas perlakuan tersebut ibu saya membalas dengan cacian.
Akan tetapi saya sebagai seorang anak merasa tidak terima dengan perlakuan tsb, yang jadi pertanyaan saya: >> Selengkapnya

Menjual Barang Kredit yang Belum Lunas dapat Dipidana?

PERTANYAAN:

Tetangga saya (pihak ketiga) men-take over 1 unit mobil yang saya kredit dari sebuah perusahaan leasing. Take over tersebut tidak melalui proses balik nama hutang yang tertera di perusahaan leasing pemberi kredit mobil dikarenakan untuk menghemat biaya-biaya balik nama (take over) kredit yang jumlahnya lumayan banyak. Beberapa bulan berlalu dan pihak ketiga wanprestasi terhadap perusahaan leasing (menunggak pembayaran) sehingga mobil saat ini sedang dalam proses penarikan dari perusahaan leasing. Namun pihak ketiga menurut saya berusaha curang dengan mengintimidasi saya. Datang tengah malam dengan membawa teman-teman dan saudara-saudaranya bahkan salah satunya mengaku pengacara dan mereka memaksa saya untuk menandatangani surat hutang yang menyatakan bahwa saya harus mengembalikan uang take over (yang mereka bayarkan pada saya saat take over kredit tersebut) atau saya akan digugat secara hukum untuk kasus penggelapan (yang menuntut penggelapan adalah si pihak ketiga/tetangga saya – bukan perusahaan leasing).
Pertanyaan saya adalah: >> Selengkapnya