Menjual Barang Kredit yang Belum Lunas dapat Dipidana?

PERTANYAAN:

Tetangga saya (pihak ketiga) men-take over 1 unit mobil yang saya kredit dari sebuah perusahaan leasing. Take over tersebut tidak melalui proses balik nama hutang yang tertera di perusahaan leasing pemberi kredit mobil dikarenakan untuk menghemat biaya-biaya balik nama (take over) kredit yang jumlahnya lumayan banyak. Beberapa bulan berlalu dan pihak ketiga wanprestasi terhadap perusahaan leasing (menunggak pembayaran) sehingga mobil saat ini sedang dalam proses penarikan dari perusahaan leasing. Namun pihak ketiga menurut saya berusaha curang dengan mengintimidasi saya. Datang tengah malam dengan membawa teman-teman dan saudara-saudaranya bahkan salah satunya mengaku pengacara dan mereka memaksa saya untuk menandatangani surat hutang yang menyatakan bahwa saya harus mengembalikan uang take over (yang mereka bayarkan pada saya saat take over kredit tersebut) atau saya akan digugat secara hukum untuk kasus penggelapan (yang menuntut penggelapan adalah si pihak ketiga/tetangga saya – bukan perusahaan leasing).
Pertanyaan saya adalah:

  1. Apakah benar perbuatan saya take over tersebut (tanpa melalui proses balik nama dari pihak leasing) adalah perilaku melawan hukum (penggelapan)? Sedangkan yang banyak terjadi di masyarakat awam adalah seperti itu, dengan bermodalkan saling percaya dan kekeluargaan melakukan proses take over kredit dan unit mobil dan bertujuan menghemat biaya balik nama yang lumayan besar jumlahnya.
  2. Jika jawaban nomor 1 adalah benar dan saya bisa dipidanakan. Apakah bisa yang mempidanakan saya adalah si pihak ketiga ini (bukan perusahaan leasing)?

Mohon untuk pencerahannya. Terimakasih.

Diajukan oleh: Siti.

JAWABAN:

Saudari Siti Yth,

  1. Sebelum saya menjawab, mari kita lihat definisi leasing secara hukum terlebih dahulu. Leasing menurut kep. Menkeu no. 1169/KMK.01/1999 tentang Kegiatan Sewa Guna Usaha (Leasing) adalah: “kegiatan pembiayaan dalam bentuk penyediaan barang modal baik secara sewa guna usaha dengan hak opsi (Finance Lease) maupun sewa guna usaha tanpa hak opsi (operating lease) untuk digunakan oleh Lessee selama jangka waktu tertentu berdasarkan pembayaran secara berkala.”
    Yang perlu digaris bawahi adalah bahwa akad leasing ini adalah akad sewa yang berarti Saudari sebagai debitur hanya berhak menggunakan manfaat dari barang tersebut hingga seluruh kredit Anda lunasi. Sehingga selama Anda belum melunasinya, barang tersebut (mobil) adalah milik pihak leasing yang tidak boleh Anda pindah tangankan walaupun banyak dipraktikkan oleh masyarakat luas dan jika dipindah tangankan tanpa sepengetahuan dan seizin pihak leasing, maka Anda bisa dituntut karena telah menggelapkan barang milik pihak leasing jika pihak leasing mengadukannya ke pihak kepolisian. Penggelapan sendiri diatur pada pasal 372 KUHP:
    Barang siapa dengan sengaja dan melawan hukum memiliki barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang lain, tetapi yang ada dalam kekuasaannya bukan karena kejahatan diancam karena penggelapan, dengan pidana penjara paling lama empat tahun atau pidana denda paling banyak sembilan ratus rupiah.
    Jadi Anda bisa dijerat dengan pasal penggelapan karena barang tersebut memang sudah ada dalam penguasaan Anda dengan cara yang sah/bukan karena kejahatan (leasing), tapi Anda kuasai barang tersebut dengan menjualnya kepada orang lain.
    Tujuan dari penggelapan adalah memiliki barang atau uang yang ada dalam penguasannya yang mana barang/uang tersebut pada dasarnya adalah milik orang lain.
  2. Tindak pidana penggelapan termasuk dalam kategori delik aduan, sehingga yang bisa mengadukan hanyalah pihak yang dirugikan secara hukum (pihak leasing) karena pihak leasinglah yang memiliki barang tersebut selama kredit belum dibayar lunas. Jadi jika tetangga Anda yang mentake over mengadukan Anda dengan pasal penggelapan, justru mereka juga akan ikut terkena pasal tersebut karena telah ikut melakukan perbuatan melawan hukum.

Demikian jawaban yang bisa kami berikan. Semoga bermanfaat.

Admin.

16 comments to “Menjual Barang Kredit yang Belum Lunas dapat Dipidana?”
  1. mohon bantuanx pa,sy suwardin sugianto minta petunjuk ada teman sy terima uang untuk pembelian 1 unit mobil innova,sesudah terima uang terus pemilik uang tersebut membuat sebuah kwitansi yang berbunyi telah terima uang sebesar sekian untuk pembelian mobil,itu sebagai peganggan untuk pemilik uang tsb,ssebagai jaminan uang tetsebut sy yg tanda tangan.bebetapa minggu kemudian mbl tersebut mbl innova tersebut kecelakaan,setelah konfirmasi pemilik uang tersebut klau tdk jadi mbl innova biar mobil merk lain saja yg penting sesuai dgn uangx,namun berselang 2 bulan kedepan mbl tersebut tiba dan diterimax dgn baik dan berterima kasih kepada sy,setelah 11 bulan kemudian mbl tersebut ditarik polisi mereka bilang itu barang temuan alias bodong,lantas pemilik uang tersebut atau penguasa kendaraan tersebut melapor ke polisi minta uangx dikembalikan oleh sy,sementara sy tdk pernah terima uang,tdk dapat komisi malahan sy yg disuruh ganti.dan sy diancam akan dipenjara apabila tdk menganti uang tersebut,polisi katakan sy masuk dalam pasal 372,378 kuhp.terima kasih

  2. MHON SHARE NYA PAK.
    TMN SYA MEMBELI MBIL OVER KREDIT KPDA ORNG LAIN MELALUI SAYA TETPI MBIL ITU DI BAWAH KE LUAR PULAU..TETAPI ORANG LESING TAU KEBERADAAN MBIL ITU DI SANA..
    PERTANYAAN NYA KLO SAYA DI LAPOR KE POLISI APA SYA BSA KENA TINDAKAN PIDANA,MHON SHARE NYA PAK…

  3. Mohon Bantuannya Pak/Bu: saya mau menayakan persoalan Adik saya masalah Over Kredit katakan saja adik saya ini Pihak 2 dan Pihak 1 yang mengkredit Mobil, dari perjanjian awal Pihak 1 sudah berjalan Kreditnya lalu ditengah jalan tersendat jadi diOver kreditkan ke Pihak 2 tanpa melalui Leasing jadi cara pembayaran kredit Pihak 2 yaitu membayar ke Pihak 1 kreditnya setelah dijalani 2 bulan mobil tsb ternyata sudah menunggak 5 bulan kreditnya lalu usut punya usut perjanjian dari awal sudah meleset Pihak 2 membuat surat hitam diatas putih pakai materai dgn isi 15 bulan kedepan yg harus dijalani kreditnya oleh Pihak 1 ternyata 22 bulan lg sebenarnya yg harus dijalani.Jadi saya mohon Bagaimana permasalahan ini diselesaikan Pak/Bu? Trim’s

  4. Mohon Bantuannya Pak/Bu: saya mau menayakan persoalan Adik saya masalah Over Kredit katakan saja adik saya ini Pihak 2 dan Pihak 1 yang mengkredit Mobil, dari perjanjian awal Pihak 1 sudah berjalan Kreditnya lalu ditengah jalan tersendat jadi diOver kreditkan ke Pihak 2 tanpa melalui Leasing jadi cara pembayaran kredit Pihak 2 yaitu membayar ke Pihak 1 kreditnya setelah dijalani 2 bulan mobil tsb ternyata sudah menunggak 5 bulan kreditnya dan DP mobil tsb sdh dibayar ke pihak 2 lalu usut punya usut perjanjian dari awal sudah meleset Pihak 2 membuat surat hitam diatas putih pakai materai dgn isi 15 bulan kedepan yg harus dijalani kreditnya oleh Pihak 1 ternyata 22 bulan lg sebenarnya yg harus dijalani.Jadi saya mohon Bagaimana persoalan atw permasalahan ini dapat diselesaikan Pak/Bu? Trim’s

  5. assalamualaikum wr wb, saya diminta tolong sama saudara istri untuk membeli sebidang tanah tanpa surat kuasa dari saudara istri ke saya yg mana pada saat itu kwitansi pembelian di atas namakan saya, tiba2 kami da masalah dengan keluarga akhirnya saya menjual kembali tanah tersebut dan mau mengembalikan uang yg udah dikirim untuk membeli tanah, tiba2 malah saya mendapat kan somasi bahwasanya saya melakukan penipuan dan penggelapan, saya minta saran dan solusi nya, krn niat saya bukan mengakui tanah tersebut milik saya tp saya pada dasarnya kepengen gak ada lagi urusan lg sama saudara istri saya terimakasih atas saran dan solusinya

  6. apakah kendaraan yg sedang dileasing bisa dijual ke fihak leasing itu? dari hasil penjualan tsb dipotong sisa tunggakan? apakah diperbolehkan?

  7. assalamualaikum Wr Wb, MOHON BANTUAN DAN PENJELASAN sya punya unit lunas dijual kepada teman dengan uang muka 55 % dan sisanya di bayar cicl tpi sudah 1 tahun lamanya sy tdk menerima cicilan sisanya mohon pencerahan dan bantuannya

  8. Mohon bantuannya Pak/Bu, Saya mau menanyakan masalah HP yang ditarik sepihak oleh pemberi kredit, tanpa ada pemberitahuan sebelumnya. Masalahnya HP yg saya kredit baru berjalan 2 bln lebih (lama kredit 11 bln), setelah dua bulan HP nya tiba2 mati total. Dan saya pun memberitahu kepihak pemberi kredit, krn garansinya mereka yg pegang. setelah mereka bawa hpnya, mereka bilang HP nya harus di bawa ke service centrenya. sudah 1 bln lbh tidak ada kabar beritanya, lalu saya bertanya kepada pemberi kredit, katanya HP nya tidak dikembalikan lg, dan saya hanya diberi uang Rp. 200.000,- saja. Sedangkan cicilan yg sudah saya bayar Rp. 1.130.000,- (DP 400.000, 2 x 365.000 angsuran). Mohon bantuannya Pak/Bu, bagaiman baiknya masalah ini. Trima kasih

  9. Asalamuakium pak/Bu yg terhormat, saya mau tanyakan hukum apa yg saya terima jika saya mengoper mobil kreditan jika pihak kedua tidak mau membayar angsurannya dan ingin menguasai penuh unit mobilnya dengan berlindung dengan anggota LSM atau lpk, apakah anggota LSM ini kebal hukum atau ada dekengan yg kuat sehingga pihak lising sulit mendapatkan unitnya? Terima kasih

  10. mohon.bantuannya, mobil saya dbawa teman(makelar) dengan maksud mau ada yg lihat untuk take over setelah satu hari mobil saya sulit untuk saya minta pulang kerumah, ke esokan harinya si makelar membawa surat perjajian dan sejumlah uang yg mengharuskan saya menandatanganinya karena mobil saya sudah dtake over.
    pada hari itu juga saya berusaha menghubungi no dan alamat yg trtera ddlm perjanjian ternyata palsu.
    tiap bulan saya dkejar kolektor karna tidak ada pembayaran ke leasing, sekarang sudah 5bln.saya dkejar2 kolektor dan di minta biaya penanganan sbesar 2,5jt jika tidak saya akan dlaporkan kasus penggelapan.
    dipihak makelar saya pun dminta uang 2jt untuk proses penarikan dan setelah saya cari tau ternyata mafia dan sulit untuk ditemui.
    saya merasa dijebak, langkah apa yang harus saya lakukan??
    mohon bantuannya sekali lagi

  11. Mohon bantuan.a pak,, ada konsumen mengoper alih mobil k pihak k tiga tanpa sepengetahuan lising, pihak ketiganya kabur entah tidak tau kmna, konsumen sudah lapor polisi, tapi tetap aja si konsumen masih terus d tagih oleh lising, mohon pencerahan.a pak, agar lising tidak terus menagih kepada konsumen

  12. Mohon bantuannya pak/bu’…. Suami saya telah menyambung cicilan mobil sih A tanpa sepengatahuan saya,tapi berkas fc ktp dan kartu keluarga ada dimasukkan sebagai pegangan sih A..selang brpa bulan angsurannya tidak dibayar dan suami saya kabur dan tidak ada komunikasi sma sekali sma saya..lalu sih A melaporkan kasus ini ke polisi,,pertanyaanya apakah saya terlibat didalamnya dan saya akan ikut dipenjarakan..?? Trimksh mohon jawabannya..

  13. Pak, saya ingin menanyakan si A ini kan membeli kredit mobil dengan cara cicilan akan tetapi di tengah jalan si A ini ada masalah keuangan dan menunggak pembayaran selama 2 bulan, kemudian si A ini ditawari oleh lembaga yg mengatasnamakan LSM yg memberi surat kuasa bahwa mobil tersebut akan di beli oleh LSM dan si A diberi surat kuasa oleh LSM bahwa mobil sudah di kuasakan sepenuh nya oleh LSM jadi kalau nanti leasing atau pemberi kredit si A tinggal kasih sutat kuasa ke pihak leasing atau pemberi kredit bahwa mobil sudah berurusan dengan LSM semua yang menyangkut masalah kredit mobil itu sudah berurusan sama LSM, dan LSM akan mem back up semuanya, daripada mobil ditarik leasing si A tidak dapat apa apa tapi karena ada LSM ini si mendapatkan uang karena memang sudah tidak sanggup untuk membayar cicilan tersebut, yang jadi pertanyaam apakah si A ini ke depanya bisa bersalah di mata hukum, seperti permasalahanya Pak, mohon penjelasanya, Terima kasih.

  14. Bagi saudara/i yg telah mengkredit barang atau kendaraan dari prusahaan Leasing jgnlh pernah meng “over kredit”kan barana/unit tersebut kepada pihak lain walaupun anda di jamin oleh suatu organisasi atau lembaga apapun karna yg menandatangani kntrak kredit adalh anda sendiri bukan orang lain.Maka yang tetap bertnggung jawab penuh adlh anda atas barang/unit tersebut kepada leasing bahkn kpd hukum yg berlaku,jd bukn org lain atau organisasi serta LSM yg brani membekup anda.Kt negara hukum dn perlu anda tau tidak ada yg kebal hukum.Jd bila tidk snggub mlnjutkan kredit alangkah lbh bagus anda serahkn kmbali kpd pihak leasing dgn baik dn nama anda tdk jelek serta tdk tersangkut urusan hukum.Berbuatlh yg terbaik selagi msh bisa.Bila anda take over tanpa spngtahuan leasing anggab hr ini anda dpt untung sekian juta tp bsk anda gk tau ada ada aj maslh atau musibah sm anda.Hukum alam ttap jaln dan nama anda tetap jelek.

  15. Perlu saya jelaskan disini, dasar kredit adalah akta fidusia. Sekarang bilamana ada pihak leasing yang melaporkan ke polisi itu adalah tindak pidana penggelapan itu bukan tugas kewenangan kepolisian, karena ini ranahnya perdata bukan pidana. Tetapi pihak leasing bisa melaporkan tindakan tersebut kepada pihak kepolisian pabila ada akta fidusianya. Yang tidak tahu fidusia coba cari di google syarat syah perjanjian antara debitur dan kreditur.
    Jadi pada intinya ini masalahnya perdata dan logikanya ingaaat. Ini utang piutang karena di dalam stnk dan bpkb itu atas nama anda atau perorangan bukan atas nama perusahaan lising. Jadi perlu saya ingatkan kepada penulis tolong di kaji lagi masalah tinjauan yuridisnya.
    Jika sodara ingin konsultasi bisa ke fans page Lembaga Bantuan Hukum Eksponen 66 Sukabumi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.